Penyebab Gigi Berlubang Sulit Hilang di Indonesia
Masalah gigi berlubang masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling umum di Indonesia. Meski terlihat sepele, gigi berlubang bisa menimbulkan nyeri, infeksi, bahkan mengganggu kualitas hidup. Ironisnya, masalah ini masih sulit hilang meski informasi kesehatan sudah semakin mudah diakses.
Mengapa hal ini terjadi? Berikut beberapa penyebab utamanya:
1. Kebiasaan Menyikat Gigi yang Masih Buruk
Banyak orang Indonesia masih menyikat gigi hanya saat mandi, bukan pada waktu yang paling efektif. Faktanya:
- Menyikat gigi paling penting dilakukan sebelum tidur,
- Banyak yang masih menyikat gigi kurang dari 1 menit,
- Teknik menyikat gigi sering salah atau tidak menjangkau sela gigi.
Kebiasaan ini membuat plak menumpuk dan bakteri berkembang, sehingga risiko gigi berlubang meningkat.
2. Konsumsi Gula yang Tinggi dan Tidak Terpantau
Minuman manis, boba, kopi susu, roti manis, permen, dan camilan tinggi gula sangat populer di Indonesia. Gula adalah “makanan” favorit bakteri penyebab karies. Semakin sering konsumsi gula, semakin sering bakteri menghasilkan asam yang merusak enamel gigi.
Masalahnya, orang sering tidak sadar bahwa banyak makanan/minuman yang mereka anggap “ringan” sebenarnya tinggi gula.
3. Minimnya Kebiasaan Kontrol Rutin ke Dokter Gigi
Di Indonesia, kontrol ke dokter gigi umumnya dilakukan hanya saat sudah sakit. Padahal pemeriksaan setiap 6 bulan bisa:
- mendeteksi lubang kecil sebelum membesar,
- membersihkan karang gigi,
- mencegah infeksi dan kerusakan lebih parah.
Kurangnya budaya pencegahan membuat gigi yang awalnya bisa diselamatkan menjadi rusak.
4. Akses dan Edukasi Kesehatan Gigi yang Belum Merata
Di beberapa daerah:
- akses ke klinik gigi masih terbatas,
- edukasi kesehatan gigi belum maksimal,
- banyak orang belum paham pentingnya merawat gigi sejak dini.
Hal ini membuat masalah gigi berlubang terus berulang dari generasi ke generasi.
5. Anggapan “Gigi Susu Tidak Penting” Masih Banyak
Pada anak-anak, banyak orang tua masih menganggap gigi susu tidak perlu dirawat karena akan diganti. Padahal karies pada gigi susu bisa:
- menyebabkan nyeri hebat,
- mengganggu makan dan tidur,
- memengaruhi pertumbuhan gigi permanen.
Akhirnya, masalah gigi berlubang pada anak sering dibiarkan hingga parah.
Gigi berlubang sulit hilang di Indonesia bukan semata soal kebersihan gigi, tetapi juga pola hidup, kebiasaan, dan kurangnya edukasi yang tepat. Dengan meningkatkan kesadaran, rutin kontrol ke dokter gigi, dan membiasakan pola hidup sehat, masalah ini sebenarnya bisa dicegah sejak dini.
Ingin Konsultasi atau Perawatan Gigi Aman & Profesional? Hubungi klinik gigi terdekat atau percayakan kesehatan gigi Anda kepada tenaga ahli di klinik kami!
Konsultasi SekarangFeatured products
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?