Risiko Bleaching Sendiri Dan Cara Mencegah Dampaknya
Memiliki gigi putih dan cerah dapat membuat senyum terlihat lebih menarik. Karena itu, tidak sedikit orang yang mencoba melakukan bleaching gigi sendiri di rumah menggunakan produk yang dibeli secara online, whitening strips, gel pemutih, atau berbagai bahan yang direkomendasikan di media sosial.
Bleaching gigi memang dapat membantu mencerahkan warna gigi. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Produk yang tidak sesuai, konsentrasi bahan aktif yang terlalu tinggi, atau penggunaan yang tidak mengikuti petunjuk dapat meningkatkan risiko gigi sensitif dan iritasi pada gusi. Sensitivitas gigi dan iritasi gusi merupakan efek samping yang paling umum dari prosedur pemutihan gigi.
Lalu, apa saja risiko melakukan bleaching sendiri dan bagaimana cara mencegahnya?
Apa Itu Bleaching Gigi?
Bleaching gigi adalah prosedur untuk mencerahkan warna gigi menggunakan bahan pemutih, umumnya berbasis hidrogen peroksida atau karbamid peroksida.
Perawatan ini dapat dilakukan di klinik gigi maupun di rumah menggunakan produk tertentu. Namun, bleaching di rumah bukan berarti boleh dilakukan tanpa panduan. Dokter gigi dapat terlebih dahulu memeriksa kondisi gigi dan gusi serta menentukan apakah bleaching aman dilakukan.
Produk bleaching yang diberikan dokter untuk penggunaan di rumah juga biasanya menggunakan tray yang dibuat agar sesuai dengan bentuk gigi pasien.
Risiko Bleaching Gigi Sendiri
1. Gigi Menjadi Lebih Sensitif
Salah satu efek samping bleaching yang paling sering terjadi adalah gigi sensitif. Setelah menggunakan bahan pemutih, gigi dapat terasa ngilu ketika terkena makanan atau minuman dingin, panas, manis, atau asam.
Risiko sensitivitas dapat meningkat jika produk digunakan terlalu sering, konsentrasi bahan pemutih terlalu tinggi, atau waktu pemakaian melebihi petunjuk.
Pada sebagian besar kasus, sensitivitas akibat bleaching bersifat sementara. Namun, jika rasa ngilu terasa berat atau berlangsung lama, sebaiknya hentikan penggunaan produk dan konsultasikan dengan dokter gigi.
2. Gusi Mengalami Iritasi
Bahan bleaching seharusnya mengenai permukaan gigi, bukan jaringan gusi. Jika gel pemutih mengenai gusi, terutama dalam jumlah berlebihan, dapat terjadi iritasi.
Gusi bisa terasa perih, kemerahan, atau muncul area putih sementara. Risiko tersebut dapat terjadi akibat penggunaan tray yang tidak pas atau cara mengaplikasikan gel yang kurang tepat.
3. Email Gigi Dapat Mengalami Perubahan
Penggunaan bahan pemutih secara berlebihan atau tidak sesuai petunjuk dapat memberikan dampak pada permukaan gigi. Beberapa penelitian yang dirangkum American Dental Association juga melaporkan adanya perubahan pada permukaan email pada penggunaan produk pemutih tertentu.
Karena itu, lebih banyak atau lebih sering menggunakan produk bleaching tidak berarti hasilnya akan semakin baik.
4. Hasil Pemutihan Tidak Merata
Bleaching sendiri juga dapat menghasilkan warna gigi yang tidak merata, terutama jika gel tidak terdistribusi dengan baik pada permukaan gigi.
Selain itu, tidak semua perubahan warna gigi dapat diatasi dengan bleaching. Penyebab perubahan warna perlu diketahui terlebih dahulu agar metode perawatan yang dipilih sesuai.
5. Tambalan dan Crown Tidak Ikut Memutih
Bleaching hanya dapat mencerahkan gigi alami. Tambalan sewarna gigi, crown, veneer, gigi tiruan, dan beberapa restorasi lainnya tidak berubah warna seperti gigi alami.
Akibatnya, bleaching tanpa perencanaan dapat membuat warna gigi alami menjadi berbeda dengan restorasi yang sudah ada.
6. Masalah Gigi yang Belum Ditangani Bisa Semakin Tidak Nyaman
Bleaching sebaiknya tidak dilakukan begitu saja tanpa pemeriksaan. Jika seseorang memiliki gigi berlubang, gusi tidak sehat, atau masalah gigi lainnya, dokter perlu menilai kondisi tersebut terlebih dahulu.
Pemeriksaan sebelum bleaching membantu memastikan bahwa perawatan sesuai dengan kondisi kesehatan gigi dan gusi.
Bagaimana Cara Mencegah Dampak Bleaching?
Bukan berarti bleaching harus dihindari. Yang lebih penting adalah melakukannya dengan cara yang aman dan sesuai kondisi gigi.
1. Periksa Kondisi Gigi dan Gusi Terlebih Dahulu
Sebelum melakukan bleaching, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Dokter dapat mengetahui apakah terdapat gigi berlubang, masalah gusi, atau kondisi lain yang perlu ditangani terlebih dahulu.
2. Gunakan Produk Sesuai Petunjuk
Jika menggunakan produk bleaching di rumah, ikuti petunjuk penggunaan dan jangan menambah jumlah gel atau memperpanjang waktu pemakaian dengan tujuan mendapatkan hasil lebih cepat.
Penggunaan produk secara berlebihan justru dapat meningkatkan risiko sensitivitas dan iritasi.
3. Jangan Mencampurkan Berbagai Produk Pemutih
Hindari menggabungkan beberapa produk bleaching sekaligus tanpa arahan dokter gigi. Misalnya, menggunakan whitening strips sekaligus gel bleaching dengan tujuan mempercepat hasil.
Kombinasi tersebut belum tentu membuat gigi lebih putih, tetapi dapat meningkatkan paparan bahan pemutih pada gigi dan gusi.
4. Hindari Bahan Pemutih yang Tidak Jelas
Berhati-hatilah dengan produk yang tidak mencantumkan informasi kandungan, aturan penggunaan, atau sumber yang jelas.
Produk pemutih dari sumber yang tidak terpercaya dapat memiliki kandungan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan berpotensi membahayakan gigi maupun gusi. NHS juga menyarankan agar pemutihan gigi dilakukan dengan produk dari dokter gigi atau di klinik gigi karena bahan yang digunakan dapat cukup kuat dan membutuhkan penggunaan yang tepat.
5. Jangan Terlalu Sering Melakukan Bleaching
Bleaching bukan perawatan yang perlu dilakukan setiap kali warna gigi terlihat sedikit berubah. Frekuensi perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi gigi dan rekomendasi dokter.
Jika ingin mempertahankan hasil bleaching, lebih baik fokus pada kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mengurangi faktor yang menyebabkan noda.
Apakah Bleaching di Rumah Selalu Berbahaya?
Tidak selalu.
Bleaching di rumah dapat dilakukan dengan aman apabila menggunakan produk yang tepat dan mengikuti instruksi dokter gigi. Salah satu metode yang digunakan adalah
penggunaan tray yang dibuat sesuai bentuk gigi pasien dan gel bleaching dengan petunjuk pemakaian yang jelas.
Yang perlu dihindari adalah melakukan bleaching secara sembarangan, menggunakan bahan dengan konsentrasi tidak diketahui, atau mengikuti metode yang belum terbukti aman.
Kapan Harus Menghentikan Bleaching?
Segera hentikan penggunaan produk dan konsultasikan dengan dokter gigi apabila mengalami:
Efek samping ringan memang dapat terjadi selama bleaching, tetapi keluhan yang berat atau menetap perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui.
Mana yang Lebih Aman, Bleaching Sendiri atau di Dokter Gigi?
Bleaching yang dilakukan dengan pengawasan dokter gigi memberikan keuntungan karena kondisi gigi dan gusi dapat diperiksa terlebih dahulu. Dokter juga dapat menentukan metode dan penggunaannya sesuai kebutuhan pasien.
Untuk bleaching di rumah, dokter dapat memberikan produk dan tray yang sesuai serta menjelaskan cara penggunaannya. Sementara itu, bleaching di klinik dapat dilakukan dengan prosedur yang lebih terkontrol.
Dengan demikian, tujuan bleaching bukan hanya mendapatkan gigi yang lebih putih, tetapi juga menjaga agar proses tersebut tetap aman bagi gigi dan jaringan di sekitarnya.
Bleaching gigi sendiri tidak selalu berbahaya, tetapi penggunaan yang sembarangan dapat meningkatkan risiko gigi sensitif, iritasi gusi, perubahan pada permukaan gigi, serta hasil yang tidak merata.
Sebelum melakukan bleaching, sebaiknya periksa kondisi gigi dan gusi terlebih dahulu. Gunakan produk sesuai petunjuk dan hindari bahan pemutih yang tidak jelas kandungannya.
Jika ingin mendapatkan senyum yang lebih cerah dengan risiko yang lebih terkontrol, konsultasikan pilihan bleaching dengan dokter gigi. Dengan pemeriksaan yang tepat, metode pemutihan dapat disesuaikan dengan kondisi gigi masing-masing pasien.
Ingin Konsultasi atau Perawatan Gigi Aman & Profesional? Hubungi klinik gigi terdekat atau percayakan kesehatan gigi Anda kepada tenaga ahli di klinik kami!
Konsultasi SekarangFeatured products
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?
Kurang Nyaman Akibat Karang Gigi Menumpuk?